Perjalanan hidup AAA dengan SZKNB rumit, sofisticated, tak pernah ada, sehingga tak ada rujukan yang benar-benar tepat untuk dapat dipakai sebagai acuan. Mulai dari rujukan dari semua alkitab, sampai kisah hidup makhluk tak ada yang pas untuk dipakai sebagai padanan. Dengan demikian, keduanya harus menemukan formula yang pas, yaitu tepat waktu, tepat ruang, dan tepat tempat. dalam menjalani hidup seperti ini, tentu energi yang dibutuhkan sangat besar untuk tetap fokus pada tujuan, yaitu penyatuan yang tak pernah terpisahkan dunia akhirat. Energi yang dimaksud adalah tetap bahagia dalam menjalani hidup, seberapa berat perjalanan itu, tidak ada lagi dan tak perlu lagi memikirkan benar-salah, baik buruk, etis norak, apalagi pahala. Fukus pada tujuan itulah esensi kehadiran keduanya, hanya dan jika hanya satu tujuan menyatu untuk mengobati semua aral yang telah menghadang dan coba ditaklukkan. Ibarat kata, jika harus melewati api ya harus lewat dengan cara mempersiapkan diri menggali ilmu tahan apinya ibrahim, jika harus melewati air ya lewat dengan ilmu meringankan tubuhnya musa, jika harus masuk sumur ya masuk dan bertahan seperti yusuf sampai datang sang penolong, jika harus bergaul dengan jin ya bergaul seperti sulaiman, jika harus disalib ya manut karena isa juga disalib, jika harus mempunyai pasangan banyak ya dilakoni kalau memang itu semua adalah prosedur menuju hakekat penyatuan. Satu kunci yang harus dipegang keduanya adalah tidak bertanya dan menjalaninya dengan bahagia, karena hanya kebahagiaan itulah yang bisa dia persembahkan untuk membalas kebaikan tuhannya, sang pemberi anugerah.
Anugerah.....
Apa sebenarnya yang tuhan anugeraihkan kepada keduanya?
Tuhan berjanji, sepanjang menjalani hidup ini, keduanya mendapat bimbingan langsung. Bukankah itu sebuah anugerah yang harus disikapi dengan suka cita?
Satu lagi yang tidak ada pada jaman-jaman sebelumnya, yaitu peran teknologi. Kemudahan keduanya untuk saling taaruf dipermudah dengan hadirnya teknologi canggih. Kecanggihan yang dianugerahkan kepada keduanya adalah AAA dan SZKNB dapat memadukan antara teknologi lahir dan bathin. Perpaduan ini membuat suasana kebersamaan yang dibangun keduanya menjadi nyata, sampai saat pertemuan raga.yang telah dijanjikan.
Dalam perjalanan ini AAA dan SZKNB tidak melibatkan siapapun, terutama ibunya. Keduanya sepakat tidak mengadu antara ibu makhluk dengan ibu khalik, terutama yang paling dihindari oleh keduanya adalah jangan sampai terlontar secara lahir maupun bathin dari bibir mulia ibu makhluk dengan mengatakan: apa salah anakku?
Pamali seorang ibu makhluk menggugat ibu khalik dengan pernyataan tersebut. Sangat arif, jika ibu makhluk mengajarkan kepada putranya dengan keyakinan bahwa semua telah dirancang untuk sebuah kejadian dengan mengatakan bahwa: baik buruknya kita jalani bersama dengan BAHAGIA, supaya tuhan tidak malu, karena tuhan maha pemalu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar